Rabu, 28 September 2011

Live in di Boyolali

Aku berangkat jam 9 aku berangkat naik  mobil. Perjalanan lamanya 1jam.
Pemandangannya baguuuuus banget. ada pohon jati,pohon bambu,dll
Setelah sampai mobil pun berhenti, aku turun dari mobil dan segera meletakkan barang - barang di kamar.

Aku dikenalkan Bunda Septi kepada bapak Gianto dan istrinya yang bernama ibu  Harsiti.Setelah itu aku bermain dengan temanku, yang satu namanya mas Elan,yang satu lagi kak Riris, juga kakakku Iffah

Dulu,katanya di sana pernah terkena gempa dan juga debu vulkanik. Malam harinya aku tidur dan paginya bangun jam setengah enam, di bangunin sama mas Elan :)
Setelah sarapan aku, mas Elan, kak Iffah, dan kak Riris bermain di luar. Kami bermain ayunan dan juga bermain pasir abu. Sorenya aku di jemput bunda Septi dan Pak Dodik. Sebelum pulang aku dan teman-teman di suruh bunda ngasih makan sapi-sapi dulu, setelah itu aku dan bunda makan,minum lalu pulang ke salatiga.

Rabu, 10 Agustus 2011

Mejeng di Palagan Ambarawa

Sekeluarga jalan-jalan ke Monumen Palagan Ambarawa sambil mejeng di depannya pesawat tempur. Kereeen !

Selasa, 09 Agustus 2011

andai aku menjadi bu winani

saat mau  wawancara
bu winani adalah penjual es buah . Ia belum mempunyai suami dan belum mempunyai anak . Bu winani berumur 32 tahun . Ia berjualan es buah di lapangan pancasila . Waktu aku kesana siang hari pada saat bulan puasa jadi ngak ada yang beli . Seandainya aku jadi bu winani pasti sedih belum dapat uang karena dagangannya belum laku . Kasihan bu Winani uang nya sedikit . Aku bersyukur kepada Allah karena kebutuhanku masih tercukupi orang tuaku .